DPRD Jabar Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Perdagangan Orang di Garut

Ilustrasi perdagangan orang. (Foto: Yuridis.id).

Enjang berharap upaya kepolisian yang berhasil mengungkap dua tempat perusahaan penyalur PMI ilegal itu bisa menjadi peringatan bagi yang lainnya untuk tidak melakukan praktik penyaluran PMI secara ilegal.

Terutama, kata dia, pengungkapan kasus itu bisa menjadi perhatian serius bagi masyarakat luas agar tidak terjebak atau menjadi korban rayuan penyalur PMI ilegal.

Baca Juga:  Hindari yang Nyebrang, Perawan Nyungsep di Pasawahan

“Selain berbentuk perusahaan, para pelaku ini juga bekerja secara perorangan dengan mengandalkan jaringan luar negeri karena dia pernah menjadi PMI lalu rekrut masyarakat kemudian disalurkan melalui agen atau langsung ke majikan di negara tujuan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Mahasiswa Kurang Mampu Asal Serdang Bedagai Bakal Dapat Beasiswa, Ini Syaratnya

Sebelumnya Kepolisian Resor Garut mengungkap dua tempat perusahaan bidang penyaluran PMI yang diduga beroperasi secara ilegal di Kecamatan Tarogong Kaler dan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Rabu (7/6/2023) malam.

Baca Juga:  Soal Revitalisasi Situ Jatijajar Depok, DPRD Jabar Tekankan Pentingnya Kolaborasi Pemerintah

Polisi dalam penggerebekan tempat itu berhasil mengamankan 14 orang, dua orang di antaranya merupakan pemilik perusahaan, dan 12 orang yang hendak diberangkatkan ke luar negeri untuk dipekerjakan sebagai PMI. (Red)