Daerah

Farhan: Kerajaan Bukan Romantisme, Tapi Akar Identitas dan Kedaulatan Bangsa

×

Farhan: Kerajaan Bukan Romantisme, Tapi Akar Identitas dan Kedaulatan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Farhan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (Foto: Istimewa).

“Kerajaan-kerajaan Nusantara telah sejak lama memiliki jejak maritim yang kuat. Dari Samudera Pasai hingga wilayah lainnya. Semua itu adalah bukti bahwa leluhur kita adalah penguasa lautan yang berdaulat,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa sebelum Deklarasi Djuanda, laut di antara pulau-pulau Indonesia dikategorikan sebagai perairan internasional. Namun, berkat perjuangan tokoh seperti Ir. H. Djuanda dan Mochtar Kusumaatmadja, prinsip negara kepulauan kemudian diterima secara global melalui United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS).

Baca Juga:  Iduladha 2025 di Bandung: 13.321 Hewan Kurban Disembelih, Presiden Serahkan Sapi 1 Ton

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga mengulas sejarah Kota Bandung dalam konteks pelestarian budaya, termasuk Pendopo Kota Bandung yang menjadi lokasi dialog. Pendopo ini merupakan bangunan bergaya arsitektur Sunda tertua di kota tersebut, yang sempat hancur dalam peristiwa Bandung Lautan Api 1946 dan dibangun kembali pada 1956.

Baca Juga:  Hasil Kongres Ke-1 PA se-Purwakarta, Yudi Rachmadi Jabat Sekjend FAKTA

“Kita berada di ruang yang sangat bermakna secara sejarah. Pendopo ini adalah simbol eksistensi peradaban Sunda yang tetap bertahan di tengah modernitas,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bandung Mantap Jadi Kota Desain Dunia, Farhan: Kolaborasi Adalah Kuncinya

Farhan berharap ke depan, hubungan antara FSKN dan Pemerintah Kota Bandung dapat ditingkatkan dalam bentuk kerja sama formal yang berkelanjutan. Menurutnya, pelestarian budaya bukan hanya bersifat simbolik, melainkan harus terintegrasi dalam kebijakan pembangunan kota.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3