Galeri juga menghadirkan Zona Akhir dan Nusantara yang mengangkat penyebaran Islam di Jawa Barat dan wilayah Nusantara. Zona ini menampilkan peran tokoh-tokoh Islam Sunda serta proses akulturasi Islam dengan budaya lokal yang menjunjung nilai toleransi dan harmoni.
Untuk mendukung penyampaian materi, Galeri Rasulullah dilengkapi teknologi video mapping, layar interaktif, animasi visual, serta diorama. Berbagai replika benda bersejarah seperti gua dan tempat peristirahatan Nabi turut dihadirkan untuk memberikan gambaran yang lebih nyata kepada pengunjung.
Selain aspek sejarah, galeri ini juga menekankan nilai moderasi beragama dengan mengangkat pesan Islam yang damai, toleran, dan menghargai keberagaman budaya. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sejarah Islam sekaligus membangun sikap saling menghormati dalam kehidupan beragama.
Untuk mengunjungi Galeri Rasulullah, masyarakat umumnya perlu melakukan pendaftaran melalui aplikasi Sapawarga. Meski demikian, akses masuk ke galeri ini tidak dipungut biaya.
Dengan pendekatan edukatif dan teknologi modern, Galeri Rasulullah Masjid Raya Al Jabbar menjadi ruang pembelajaran sejarah Islam yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus memperkaya khazanah wisata religi di Kota Bandung. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





