Dari ratusan titik yang diajukan, sejauh ini baru tiga lokasi yang telah mendapat respons dan masuk tahap pembangunan. Ketiga jembatan tersebut berada di Kecamatan Banjarwangi dan Kecamatan Cibalong.
Jembatan pertama berada di jalur penghubung Desa Kadongdong dan Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi. Sementara dua lainnya berada di Kecamatan Cibalong, tepatnya di Desa Simpang dan Desa Maroko.
“Kemarin yang sudah direspon itu ada tiga titik di Banjarwangi, Kadongdong-Padahurip, kemudian ada di Cibalong dua yakni di Desa Simpang sama Desa Maroko,” kata Agus.
Ia menjelaskan jembatan yang diusulkan rata-rata memiliki panjang antara 80 hingga 100 meter dengan lebar bervariasi sekitar 1,8 meter. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menunjang mobilitas warga, terutama di daerah yang masih bergantung pada akses jembatan penghubung antarwilayah.
Untuk anggaran pembangunan, Agus menyebut satu proyek jembatan di jalur Kadongdong-Padahurip diperkirakan menelan biaya sekitar Rp8 miliar. Sedangkan dua lokasi lainnya masih dalam tahap pembahasan.





