“Penanganan dimulai dari perawatan di puskesmas. Namun, jika terjadi komplikasi pada paru-paru atau terdapat penyakit penyerta (komorbid), pasien segera dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.
Dinkes Garut mencatat sejak Januari hingga pertengahan Mei 2026 terdapat 111 kasus campak dan dua kasus rubella di wilayah Kabupaten Garut. Seluruh pasien disebut telah mendapatkan penanganan medis dan sebagian besar sudah dinyatakan sembuh.
“Yang masih dirawat perlu cek ke rumah sakit, tapi semuanya dinyatakan sehat kembali, dan tidak ada kasus meninggal,” kata Asep.
Ia mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti demam, batuk pilek, ruam pada tubuh hingga diare agar bisa segera mendapatkan penanganan medis.
Selain pengobatan, masyarakat juga diminta aktif mengikuti program imunisasi campak massal atau outbreak response immunization (ORI), khususnya bagi anak usia 9 hingga 59 bulan.





