Daerah

Kisah Warga Caringin Bandung Patungan Berangkatkan Pak Darno Umroh

×

Kisah Warga Caringin Bandung Patungan Berangkatkan Pak Darno Umroh

Sebarkan artikel ini
Kisah Warga Caringin Bandung Patungan Berangkatkan Pak Darmo Umroh
Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi menyerahkan simbolis paket umrah kepada petugas Satlinmas Kelurahan Caringin, Pak Darno (kanan).

JABARNEWS | BANDUNG – Di tengah kerasnya kehidupan kota, warga Kelurahan Caringin, Kecamatan Bandung Kulon, menghadirkan cerita hangat tentang solidaritas. Lewat program urunan bernama “Cau Asak”, mereka patungan memberangkatkan seorang petugas Satlinmas untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci.

Tahun ini, giliran Pak Darno yang mendapat kesempatan tersebut. Pria yang telah mengabdi sejak 2005 itu dipilih warga sebagai penerima paket umrah karena dinilai konsisten menjaga lingkungan dan melayani masyarakat selama puluhan tahun.

Penyerahan paket umrah dilakukan langsung oleh Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, di Kantor Kelurahan Caringin, Senin, 11 Mei 2026.

Program tersebut diberi nama “Cau Asak”, singkatan dari Caringin Angkat Umrah Angkat Sadaya Karena Allah. Program sosial berbasis gotong royong itu sudah berjalan selama lima tahun terakhir.

Selama itu pula, sejumlah warga yang dianggap berjasa di lingkungan telah diberangkatkan umrah. Mayoritas penerima berasal dari kalangan petugas pelayanan masyarakat seperti Satlinmas dan petugas kebersihan lingkungan atau Gober.

Dari Kampung untuk Warga yang Mengabdi

Kang Asmul, sapaan akrab Asep Mulyadi, menilai program tersebut menjadi contoh nyata solidaritas sosial yang lahir dari masyarakat sendiri. Menurutnya, inisiatif seperti ini penting dirawat di tengah kehidupan perkotaan yang semakin individualistis.

Baca Juga:  Diskominfo Jabar Akui Tak Miliki Kewenangan dalam Pendistribusian STB TV Digital, Kok Bisa?

“Karena ini untuk kebaikan. Teman-teman masyarakat yang dilayani di kelurahan kemudian memiliki kelebihan harta tidak ada salahnya untuk ikut membantu program Cau Asak ini. Karena sekali lagi ini adalah program bagaimana kita bekerja sama, kolaborasi, gotong royong untuk memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Ia mengatakan, keterpilihan Pak Darno bukan semata soal keberuntungan. Ada proses pengabdian panjang yang dilihat dan dirasakan langsung oleh warga Caringin.

“Saya yakin Pak Darno sudah berapa tahun beraktivitas di kelurahan? Tuh, 2005. Kesungguhan memberikan pelayanan, bisa jadi ikut membersihkan, ikut menjaga masyarakat di lingkungan Caringin, ini tentu sangat besar sekali kontribusi beliau sehingga sudah layak masyarakat juga ikut membantu memberikan kontribusi,” tuturnya.

Menurut Kang Asmul, kisah seperti ini menunjukkan bahwa kerja-kerja sosial di tingkat kampung masih hidup dan menjadi kekuatan penting dalam menjaga hubungan antarwarga.

Transparansi Dana Jadi Catatan Penting

Meski memberi apresiasi, Kang Asmul tetap mengingatkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana urunan masyarakat. Ia meminta seluruh pencatatan dilakukan secara terbuka agar program tetap dipercaya warga.

Baca Juga:  DPRD Kota Bandung Kritisi Rencana Jalan Braga Free Vehicle

Sebab, menurut dia, pengumpulan dana berbasis gotong royong harus bisa dipertanggungjawabkan dengan baik. Dengan begitu, program dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.

“Oleh karena itu, saya juga mendorong tadi poin-poin yang harus disempurnakan dalam program ini, tapi juga mengajak kepada masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi, bergotong royong untuk program ini,” katanya.

Ia pun berpesan kepada Pak Darno agar mempersiapkan perjalanan umrah dengan sungguh-sungguh. Kang Asmul menyebut kesempatan tersebut sebagai bentuk kebahagiaan sekaligus penghargaan atas pengabdian panjang kepada masyarakat.

“Nah, untuk Pak Darno, tentu ini satu kebahagiaan. Banyak yang ingin berangkat umrah seperti Pak Darno nanti. Ini bukan sekadar karena Pak Lurah, tetapi memang Allah pilihkan buat Pak Darno. Maka, jangan sia-siakan nanti waktu untuk berangkat umrah ini, segala sesuatunya harus dipersiapkan,” ujarnya.

Momentum Pelantikan RT dan RW

Selain menyerahkan paket umrah secara simbolis, Kang Asmul juga menghadiri pelantikan ketua RT dan RW di lingkungan Kelurahan Caringin.

Dalam kesempatan itu, ia meminta para pengurus lingkungan menjaga amanah warga dan hadir di tengah persoalan masyarakat.

Baca Juga:  DPRD: Pelantikan 575 Pegawai Baru Harus Memperkuat Layanan Publik Pemkot Bandung

Menurutnya, RT dan RW bukan sekadar jabatan administratif. Lebih dari itu, mereka merupakan figur terdepan yang menentukan kualitas hubungan sosial di lingkungan tempat tinggal.

“Bagi Bapak dan Ibu sekalian yang dilantik jadi RT, yang dilantik jadi RW, jadikan visi keinginan kita adalah untuk memberikan pelayanan buat masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pelayanan yang baik akan memperkuat kerukunan warga serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengurus lingkungan.

“Ketika kita akan menyelesaikan persoalan-persoalan di tengah masyarakat, tentu saja ketua RT, ketua RW harus menjadi figur teladan,” ujar Kang Asmul.

Gotong Royong yang Masih Hidup di Tengah Kota

Program Cau Asak menjadi gambaran bahwa budaya gotong royong belum hilang dari kehidupan warga perkotaan. Di tengah kesibukan dan tekanan ekonomi, masyarakat Caringin justru menunjukkan cara sederhana untuk menghargai pengabdian.

Bukan lewat seremoni besar, melainkan dari iuran kecil yang dikumpulkan bersama-sama. Dari kampung kecil di Bandung Kulon itu, lahir pesan bahwa perhatian terhadap warga yang mengabdi masih memiliki tempat di hati masyarakat.(Red)