JABARNEWS | BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung mulai mengencangkan strategi penanganan sampah dari titik paling awal, yakni lingkungan Rukun Warga (RW).
Sebanyak 1.596 petugas pemilah dan pengolah sampah kini disebar ke seluruh RW sebagai bagian dari pembenahan sistem dari hulu.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan persoalan sampah bukan sekadar urusan kebersihan kota, melainkan tantangan struktural yang menuntut perubahan cara pandang dan kebiasaan warga.
Ia menyebut, beban di tempat pembuangan akhir tak akan pernah ringan jika proses pemilahan tak dimulai dari sumbernya.
Salah satu titik sorotan berada di kawasan pasar yang setiap hari memproduksi sekitar 20 ton sampah, didominasi limbah organik dari pisang.





