“Berdasarkan rekaman gelombang P dan S pada sensor di Pasawahan, terdapat selisih waktu sekitar tiga detik. Dari data tersebut, diperkirakan sumber getaran berada pada jarak kurang lebih 10 kilometer dari lokasi sensor,” jelasnya.
Namun demikian, BMKG belum dapat memastikan sumber getaran tersebut. Dari empat sensor yang tersebar di wilayah sekitar Cirebon, hanya satu yang merekam aktivitas tersebut.
“Karena hanya satu sensor yang mencatat, sistem belum bisa melakukan pemrosesan analisis secara menyeluruh. Kami belum dapat memastikan apakah ini aktivitas seismik lokal atau berasal dari sumber lain seperti geotermal maupun gunung api,” ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi terhadap informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengandalkan sumber resmi untuk menghindari kepanikan yang berlebihan.
Hingga kini, fenomena getaran tersebut masih menjadi perhatian warga setempat yang menunggu kepastian penyebabnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





