Harga Kedelai Mahal, Perajin Tempe di Cianjur Kurangi Ukuran dan Produksi

Ilustrasi, Kedelai. (Istimewa)

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Cianjur, Tohari Sastra, mengatakan ada beberapa penyebab harga kedelai mengalami kenaikan karena lahan pertanian kedelai lokal menurun dan belum masuk musim panen, sedangkan produk impor terlambat.

Baca Juga:  Jelang Idul Fitri, Bupati Serdang Bedagai Bagi-bagi Daging Sapi ke Masyarakat

“Harga kedelai impor naik, untuk kedelai lokal baru memasuki musim panen jadi belum banyak tersedia, sebagian panenan kedelai lokal dialokasikan untuk benih atau bibit. Sedangkan luas lahan berkurang karena petani memilih kembali menanam ladang dengan padi,” katanya.

Baca Juga:  Tiga Hari Pencarian, Petugas Evakuasi Satu Jenazah Awak KM Luragung di Cantigi Indramayu

Saat musim tanam Oktober dan Desember tahun lalu, petani di Cianjur mayoritas menanam padi sesuai ketersediaan air, sehingga jumlah kedelai pada awal tahun berkurang.

Baca Juga:  Tabrakan Maut di Tapanuli Selatan, 2 Tewas dan 5 Luka-Luka

“Kita sedang mencari solusi termasuk berkoordinasi lintas dinas untuk memberikan pengetahuan pada petani untuk menanam kedelai,” katanya. ***