Harga Kedelai Mahal, Perajin Tempe di Cianjur Kurangi Ukuran dan Produksi

Ilustrasi, Kedelai. (Istimewa)

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Cianjur, Tohari Sastra, mengatakan ada beberapa penyebab harga kedelai mengalami kenaikan karena lahan pertanian kedelai lokal menurun dan belum masuk musim panen, sedangkan produk impor terlambat.

Baca Juga:  Hujan Ringan Diprediksi Mengguyur Purwakarta Pada Jumat 8 April 2022

“Harga kedelai impor naik, untuk kedelai lokal baru memasuki musim panen jadi belum banyak tersedia, sebagian panenan kedelai lokal dialokasikan untuk benih atau bibit. Sedangkan luas lahan berkurang karena petani memilih kembali menanam ladang dengan padi,” katanya.

Baca Juga:  Viral! Warga Geruduk Bos Warteg di Bekasi yang Perkosa Karyawan

Saat musim tanam Oktober dan Desember tahun lalu, petani di Cianjur mayoritas menanam padi sesuai ketersediaan air, sehingga jumlah kedelai pada awal tahun berkurang.

Baca Juga:  Ribuan Pencari Kerja Serbu Job Fair Yang Digagas PC GP Ansor Purwakarta Dan Kemennaker

“Kita sedang mencari solusi termasuk berkoordinasi lintas dinas untuk memberikan pengetahuan pada petani untuk menanam kedelai,” katanya. ***