“Ikan sapu-sapu tumbuh manakala sungainya sudah mengalami penurunan kualitas,” katanya.
Ia menegaskan, upaya penanganan tidak bisa hanya berfokus pada pengangkatan ikan sapu-sapu secara fisik. Tanpa perbaikan kualitas air, populasi spesies tersebut akan terus kembali mendominasi.
“Kalau ingin menghilangkan sapu-sapu ada dua hal. Pertama diangkat, kedua kualitas airnya harus diperbaiki agar ikan endemik hidup lagi,” ujarnya.
Meski demikian, Dedi mengapresiasi inisiatif masyarakat yang mulai melakukan penangkapan ikan sapu-sapu secara mandiri di sejumlah wilayah sebagai langkah awal mengurangi dominasi spesies tersebut.
Namun, ia menekankan bahwa solusi jangka panjang tetap terletak pada pemulihan kualitas air dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





