“Namun jika pengaruh listrik ini dikeluarkan dari perhitungan, inflasi year on year Februari 2026 hanya 2,65 persen,” katanya.
Secara bulanan, inflasi Februari 2026 tercatat 0,81 persen, bertepatan dengan awal Ramadhan yang mendorong kenaikan harga sejumlah bahan pokok. Komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah emas perhiasan dengan andil 0,21 persen, disusul cabai rawit, daging ayam ras, beras, dan bawang merah.
Meski demikian, inflasi sedikit tertahan oleh penurunan harga BBM non-subsidi yang berlaku sejak 1 Februari 2026.
Memasuki dua pekan pertama Ramadhan, tekanan harga dinilai masih berpotensi berlanjut sehingga pengendalian distribusi dan stabilisasi pasokan menjadi krusial guna menahan laju inflasi menjelang Idulfitri 2026. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





