Pameran Perdana Galeri Hybridium Hadir di Lawangwangi Creative Space

Pameran Perdana Galeri Hybridium di Lawangwangi Creative Space. (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | BANDUNG – Dalam era seni rupa kontemporer yang terus berkembang, Hybridium hadir sebagai ruang baru yang mempersembahkan konsep yang revolusioner bagi seniman. Hybridium bertekad menjadi wadah yang inklusif dan mendukung multiple media serta seni cetak konvensional.

Sebagai platform yang mengusung keberagaman, Hybridium menawarkan panggung untuk seniman yang bekerja dengan berbagai medium dan material. Di mana saat ini, seni rupa kontemporer tidak lagi terikat pada medium spesifik.

Baca Juga:  Pembahasan LKPJ, Pansus II DPRD Jabar Serap Rekomendasi dari Komisi

Semua medium dan material memiliki potensi untuk menjadi bagian integral dari ekspresi seni. Dengan kehadiran Hybridium, kolektor muda dan pecinta seni yang baru punya destinasi ruang pameran untuk memenuhi passion mereka dalam mengoleksi karya seni yang lebih terjangkau Hybridium. di lingkungan Lawangwangi Creative Space, Bandung Barat, Lembang.

Program perdana Hybridium adalah pameran berjudul ‘By Hand: In The Fringe Exhibition’yang dikurasi oleh Asmudjo J. Irianto. Hybridium sendiri menawarkan konsep ruang di mana keberagaman seni rupa kontemporer dapat bersatu, tentunya dengan harga yang lebih terjangkau dari karya seniman-seniman terpilih.

Baca Juga:  Sebanyak 2.500 Rutilahu di Bekasi Ditargetkan Selesai Dibangun pada November 2023

Pameran ini melibatkan seniman-seniman emerging artist hingga seniman yang sudah dikenal di pasar seni rupa, mereka adalah Beatrix H. Kaswara, Chandra Rosselinni, Deni Rahman, Diyanto, Dzikra Afifah, Eldwin Pradipta, Etza Meisyara, Fefia Suh, Handy Saputra, Henryette Louise, I Kadek Septa Adi, Jim Allen Abel, M. Akbar, Maharani Mancanagara, Meliantha Muliawan, Mujahidin Nurrahman, Natas Setiabudhi, Nesar Eesar, Nyoman Wijaya, RE. Hartanto, Rendy Raka Pramudya, Restu Taufik Akbar, Rizki Lazuardi, Shafa Inayah, Tisa Granicia, Tromarama, Wildan Indra Sugara dan Yogie Ahmad Ginanjar.

Baca Juga:  Pabrik Mie Formalin di Margaasih Bandung Sehari Bisa Produksi 2 Ton