• Rabu, 20 Oktober 2021

Harga Daging Ayam Terus Merosot, Peternak Ayam Merugi dan Terus Berkurang

- Minggu, 30 Juni 2019 | 11:59 WIB
Peternak ayam di Majalengka merugi dan terus berkurang. (Foto: Istimewa)
Peternak ayam di Majalengka merugi dan terus berkurang. (Foto: Istimewa)

JABARNEWS | MAJALENGKA - Peternak ayam di Majalengka merugi dan terus berkurang. Sebagian mereka mulai mencari usaha lain yang lebih menjanjikan. ‎Hal ini dikarenakan imbas harga daging ayam yang terus merosot, membuat peternak ayam mengalami kerugian hingga ratusan juta.

Anjloknya harga daging ayam Rp 8.000 per kg ini, membuat peternak ayam juga mengurangi produksinya. Tak tanggung-tanggung, 70 persen produksinya diturunkan, mengingat pemasukan yang nyaris tidak ada.

Bagian produksi di Perusahaan Peternakan Ayam Binuang di Kelurahan Sindangkasih, Kabupaten Majalengka, Hamzah mengatakan, pihaknya telah mengalami kerugian sejak satu bulan lalu, ketika masih bulan Ramadhan.

"Setelah lebaran Idul Fitri semakin terasa. Karena memang tidak sebanding dengan modal untuk membeli pakan dan vitamin," ungkapnya, Minggu (30/6/2019).

Hamzah menambahkan, sepanjang dirinya beternak, tahun ini dirasakan yang paling merosot kerugiannya. ‎Produksi daging melimpah, sementara konsumen atau pembeli terus berkurang. Padahal, tahun-tahun lalu harga ayam terendah berada di angka Rp. 18.500 per kg.

"Sementara saat ini harganya hanya Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per/kg. Ini baru saya alami, harga daging ayam sampai turun drastis," ungkapnya.

Hamzah menambahkan dengan harga yang turun drastis tersebut, dalam setiap ekor ayam ia mengalami kerugian sebanyak Rp.12.000,-. Pihaknya juga kehilangan 400 boks dari produksi yang biasanya ia bisa mencapai sebanyak 600 boks. ‎Sementara, pakan yang diberikan untuk setiap ekor ayam hingga dipanen sebanyak 2,5 kg ditambah vitamin, pemanas udara di kandang, setiap ekornya mencapai Rp 3.000.

"Itupun belum dihitung untuk upah kerja dan sejumlah biaya lainnya. Oleh karenanya, beberapa kandang sengaja kosong. Karena kita terus merugi," ungkapnya.

Peternak ayam lainnya, Otong mengatakan, faktor lainnya yang membuat hambatan bisnis peternak ayam semakin lesu dan merugi adalah karena faktor cuaca. Suhu yang terus berubah-ubah, membuat puluhan ekor ayam banyak yang mati setiap harinya. Angin besar membuat kandang ayam harus dipasangi penghangat khusus.

"Suhu udara terus berubah sehingga pemanas harus benar-benar stabil. Sekarang ini banyak pengusaha ternak ayam yang bangkrut, karena tidak kuat modal yang keluar semakin banyak. Sementara keuntungan menghilang," bebernya.

Meskipun harga di tingkat peternak anjlok, namun harga daging ayam di sejumlah pasar Majalengka harganya tetap tinggi,yakni mencapaiRp 35.000 per kg. Harga tersebut dinilai lebih rendah sebesar Rp 15.000 dibanding menjelang lebaran yang mencapai Rp 50.000 per kg. Sementara pada bulan Ramadhan harga daging ayam masih sebesar Rp 37.000 per kg.

Seorang pedagang daging ayam, Minah (46) mengatakan selama dua pekan ini harga daging ayam turun hanya Rp 35.000 per kg. Sebelumnya mencapai Rp 37.000 hingga Rp 38.000, dan saat ini, rata-rata harga ayam di pasaran sebesar Rp 35.000 per kg. (Rik)

Jabar News | Berita Jawa Barat




Editor: Administrator

Tags

Terkini

X