• Kamis, 9 Desember 2021

Pinjol Marak Lagi, Pengamat Ekonomi Acuviarta Kartabi Sebut Hal Ini Sebagai Tantangan Terbesar

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:31 WIB
Pengamat ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Acuviarta Kartabi. (Instagram/acuviarta)
Pengamat ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Acuviarta Kartabi. (Instagram/acuviarta)

JABARNEWS | BANDUNG – Pengamat ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Acuviarta Kartabi menanggapi terkait maraknya kasus pinjaman online (pinjol) yang akhir-akhir ini kembali mencuat. 

Fenomena pinjol bukanlah hal baru, sebab dalam 1 sampai 1,5 tahun ke belakang kasus ini telah ramai diperbincangkan, karena banyak yang jadi korban.

Menurut Acuviarta Kartabi, pandemi Covid-19 membuat perekonomian masyarakat terpuruk, utamanya ekonomi rumah tangga sehingga dengan mudah pinjol ini semakin membesar. 

Baca Juga: Geger Kasus Pembuhan di Samosir, Seorang Anak Penggal Kepala Ayahnya Sampai Putus

Namun, maraknya pinjol tak diikuti dengan peningkatan literasi masyarakat yang idealnya nasabah harus paham akan perhitungan bunga dan dampaknya jika terjadi gagal bayar.

"Pinjol ini kan mengatasi terbatasnya aksesibilitas masyarakat pada perbankan, sehingga ada golongan yang mengambil pilihan untuk meminjam di pinjol," kata Acuviarta Kartabi, Minggu 17 Oktober 2021.

Menurut dia, sebenarnya meminjam di pinjol tak menjadi masalah. Namun, harus dipertimbangkan rencana penggunaan dan pembayarannya, apalagi tak semua legal.

Baca Juga: Polres Sukabumi Amankan 4.300 Benur Siap Ekspor, Dua Penjual Jadi Tersangka

Akhir-akhir ini juga, Acuviarta Kartabi menyebut banyak berkembang pinjol ilegal, sehingga aktivitasnya tak terpantau Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Halaman:

Editor: Yoyo W

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pos Indonesia Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Kamis, 9 Desember 2021 | 14:59 WIB

Tutup Tahun 2021, Bank Bjb Catat Kinerja Impresif

Kamis, 9 Desember 2021 | 09:48 WIB
X