• Senin, 29 November 2021

Atasi Dampak Pandemi, Gus Menteri Dorong Diversifikasi Usaha BUMDes

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:27 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar.  (Kementerian PDTT)
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar. (Kementerian PDTT)

JABARNEWS | BALI - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terdampak pandemi covid-19 bergerak cepat melakukan diversifikasi usaha. Dengan diversifikasi usaha yang pas, BUMDes bakal mengalami kebangkitan usaha lebih cepat.

"Sekarang ini semua BUMDes lagi diuji. Bukan (BUMDes di) Kabupaten Badung saja, tapi semua. Ketika semua (BUMDes) bangkit, Badung lebih dulu (bangkit). Karena sudah temukan diversifikasi," ujar Abdul Halim Iskandar, saat meninjau UMKM dan BUMDes Ekspo 2021 di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Denpasar, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu 23 Oktober 2021.

Gus Halim-sapaan akrab Abdul Halim Iskandar mengatakan, sejak disahkannya Undang-Undang Cipta kerja beberapa waktu lalu, BUMDes menjadi sebuah badan hukum yang memiliki posisi kuat. Untuk itu, lanjutnya, BUMDes memiliki posisi strategis dalam membantu pemulihan ekonomi nasional di level desa.

Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Ciamis Berencana Bangun Kawasan Industri Hasil Tembakau

Baca Juga: Kondisinya Memperihatinkan, DPRD Jabar Minta Pemprov Perhatikan Makam Syekh Quro

Ia menegaskan, dikembangkannya BUMDes bukan semata-mata untuk memberikan sumbangsih kepada peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), namun lebih diutamakan untuk peningkatan ekonomi warga desa. Ia berharap, BUMDes bisa menjadi ikon utama yang menopang pertumbuhan ekonomi.

"(BUMDes) Fungsi utamanya adalah menkonsolidasi pergerakan ekonomi warga masyarakat desa. Sehingga pada intinya BUMDes adalah untuk peningkatan ekonomi warga," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Gus Halim mengingatkan jika upaya pembangunan desa harus sejalan dengan akar budaya setempat. Menurutnya, akar budaya desa adalah aset yang menjadi khas dan kebanggaan Indonesia.

Baca Juga: Keterisian Rumah Sakit di Jabar Turun Jadi 3 Persen, Ridwan Kamil Dorong Percepatan Vaksinasi di Cianjur

Baca Juga: Capaian Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Ciamis Masih Jauh dari Target

Halaman:

Editor: Rian Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X