• Rabu, 1 Desember 2021

Sambangi Keluarga Korban Penyiraman Air Keras di Cianjur, Atalia Praratya Sebut KDRT di Jabar Masih Tinggi

- Jumat, 26 November 2021 | 08:38 WIB
Atalia Praratya saat menyambangi keluarga Sarah di RT 02/07, Kampung Munjul, Desa Sukamaju.  (Istimewa)
Atalia Praratya saat menyambangi keluarga Sarah di RT 02/07, Kampung Munjul, Desa Sukamaju. (Istimewa)

JABARNEWS | CIANJUR - Atalia Praratya menyambangi keluarga Sarah warga Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur yang meninggal disiram air keras oleh suaminya Abdul Latif yang seorang warga negara Arab Saudi.

“Saya hari ini hadir untuk takziah ke keluarga besarnya Sarah, saya merasa prihatin terhadap kejadian ini. Tentu kejadian ini adalah kejadian yang harus menjadi pembuka mata kita semua agar kejadian lain tidak boleh ada lagi di masa yang akan datang,” kata Atalia Praratya saat bertemu dengan orang tua almarhumah Sarah di RT 02/07, Kampung Munjul, Desa Sukamaju, Kabupaten Cianjur, Kamis 25 November 2021.

Saat mendatangi rumah duka keluarga korban, Atalia Praratya memberikan semangat kepada Erawati, ibu kandung Sarah. Dia menilai situasi keluarga yang ditinggalkan penuh dengan keharmonisan.

Baca Juga: Jabar Bergerak Kota Cimahi Minta Pemerintah Optimalkan Peran Guru di Seluruh Tingkatan

Baca Juga: DPRD Jabar: Permendikbud PPKS Harus Dicabut dan Tolak RUU TPKS

“Jadi saya melihat bagaimana kondisi yang ada ternyata di sini dia memiliki kelurga yang luar biasa seorang ibu dan juga adiknya dua, mereka ini keluarga yang hangat dan juga pamannya dan lain sebagainya,” imbuh Atalia.

Menurut Atalia Praratya, kejadian nahas yang menimpa Sarah harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Oleh karenanya, Atalia Praratya mengajak berbagai stakeholders dimulai dari Polri, TNI hingga dinas terkait dan masyarakat setempat untuk bahu membahu melaporkan apabila terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Baca Juga: Begini Komitmen Ridwan Kamil untuk Kemajuan Desa di Jabar

Baca Juga: Siap Disanksi, Hengki Kurniawan Rekomendasikan UMK Bandung Barat 2022 Naik 7 Persen

Apalagi menurut laporan yang didapat dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jabar, pada 2020 ada 300 laporan KDRT. Kasus yang dilaporkan pun beragam, baik bersifat internal pribadi ataupun yang ketakutan untuk melapor hingga menjadi fenomena gunung es.

Halaman:

Editor: Rian Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X