Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Miftah Faridl, menilai penambahan guru besar merupakan buah dari proses panjang dan dedikasi dalam pengembangan keilmuan.
“Pengukuhan Guru Besar bukan sekadar pencapaian akademik tertinggi, tetapi juga amanah untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan melalui riset dan gagasan yang relevan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV, Lukman, mengungkapkan jumlah profesor di Indonesia masih sangat terbatas. Dari sekitar 333 ribu dosen secara nasional, hanya sekitar 3 persen yang mencapai jabatan guru besar, sementara di Jawa Barat dan Banten angkanya bahkan belum menyentuh 1 persen.
“Kondisi ini menunjukkan percepatan karier akademik menuju Guru Besar masih menjadi tantangan bersama, terutama bagi dosen muda,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah sebagai kunci peningkatan jumlah profesor. Dalam konteks tersebut, Unisba dinilai menunjukkan tren positif melalui penambahan guru besar dan produktivitas akademik yang terus meningkat. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





