Daerah

Warga Cirebon Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan di China, Alami Kekerasan dan Sulit Pulang!

×

Warga Cirebon Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan di China, Alami Kekerasan dan Sulit Pulang!

Sebarkan artikel ini
Perdagangan Orang
Ilustrasi perdagangan orang. (Foto: Ist/Net).

Asep menjelaskan pihak pria bersama sejumlah warga negara asing dan didampingi warga negara Indonesia sempat empat kali mengunjungi rumah keluarga korban di Desa Gombang. Pertemuan awal disebut sebagai silaturahmi, namun kunjungan berikutnya mengarah pada pembahasan pernikahan hingga penyerahan mahar pada 5 Agustus 2025.

Baca Juga:  Dari AI sampai Baterai, Investasi China Rp36,4 T Masuk Indonesia

“Pada kedatangan keempat, mereka menyerahkan mahar. Dua hari kemudian, tepatnya 7 Agustus 2025, V berangkat ke Tiongkok,” katanya.

Setibanya di negara tujuan, korban disebut baru mengetahui kondisi suaminya tidak sesuai dengan informasi awal. Ia juga mengalami tekanan saat berupaya kembali ke Indonesia.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Pastikan Vina Korban Pengantin Pesanan Segera Dijemput dari China

“Ketika V ingin kembali ke Indonesia, pihak keluarga suami meminta mahar dikembalikan empat kali lipat. Itu yang kami nilai sebagai bentuk pemerasan,” kata Asep.

Baca Juga:  Pemasangan Tiang Pertama Gedung Kantor DPD Demokrat Jabar di Arcamanik, AHY: Persiapan Pemilu 2029

Selain itu, korban diduga diminta menandatangani sejumlah dokumen yang belakangan diketahui sebagai persetujuan pernikahan yang sah secara hukum di China. Kondisi tersebut membuat korban kesulitan kembali karena secara administratif telah tercatat sebagai istri.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3