• Sabtu, 27 November 2021

Uu Ruzhanul Ulum Resmikan Petani Milenial Jamur Kayu, Begini Pesannya

- Selasa, 28 September 2021 | 17:49 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum via konferensi video meresmikan kegiatan Petani Milenial Jamur Kayu dari Kabupaten Bandung Barat, Selasa (28/9/2021).  (Humas Pemprov Jabar)
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum via konferensi video meresmikan kegiatan Petani Milenial Jamur Kayu dari Kabupaten Bandung Barat, Selasa (28/9/2021). (Humas Pemprov Jabar)

"Semakin sedikitnya keluarga petani, kakek sampai bapaknya petani, tapi cucunya tidak jadi petani. Maka keluarga petani tidak melahirkan lagi petani. Pak Gubernur selalu punya inovasi hebat, yakni dengan malaksanakan program Petani Milenial, termasuk Santani (Santri Tani) Jawa Barat," kata Pak Uu.

"Diharapkan para petani dari kaum muda, kaum intelektual, bisa bertani dengan ilmu dan wawasan global, serta memanfaatkan teknologi yang hebat," tambahnya.

Pak Uu pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut mendukung kemajuan sektor pertanian di Jabar, termasuk perbankan. "Bank sekarang bisa memberikan (akses). Atas nama Pemda Provinsi Jabar, kami mengucapkan terima kasih," ujarnya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jabar Epi Kustiawan menuturkan, Petani Milenial Jamur Kayu dapat terlaksana karena kolaborasi dengan berbagai pihak.

Pertama dengan (kredit usaha rakyat) KUR Bank BRI Agro. Kedua dengan CSR pemberdayaan masyarakat dari perusahaan PT. Semen Jawa dan PT. Taman Semen Sukabumi. Terakhir, Pemda Provinsi Jabar berkolaborasi dengan Koperasi Wana Yasa Lestari sebagai offtaker dan avalis.

Epi berharap, Petani Milenial Jamur Kayu dapat menjadi salah satu pendorong pemulihan ekonomi di Jabar yang sempat terpuruk karena pandemi COVID-19.

"Kami juga menjalankan instruksi Pak Wakil Gubernur agar tidak boleh ada lahan menganggur, kami laksanakan, dan manfaatkan setiap aset yang ada untuk pertanian, termasuk Petani Milenial," katanya.

Selain itu, Dinas Kehutanan Jabar akan melengkapi sarana berupa unit pengolahan jamur kayu dan pengolahan baglog sisa budi daya untuk petani milenial. Dengan adanya unit pengolahan tersebut rangkaian proses usaha budi daya jamur kayu akan lebih produktif dan efisien menggunakan bahan baku.

"Serta tidak meninggalkan bahan yang tidak termanfaatkan. Dalam implementasinya Dinas Kehutanan juga akan bekerja sama dengan lembaga Perguruan Tinggi dan platform digital/marketplace dalam hal marketing, packaging dan keamanan pangan," ujar Epi.

Asisten Daerah Bidang Ekonomi Setda Kabupaten Sukabumi Ahmad Riyadi mengatakan, pertanian merupakan salah satu sektor yang dapat bertahan di tengah pandemi COVID-19. Terlebih mendapat sentuhan inovasi dan digitalisasi dalam pemasaran.

Halaman:

Editor: Iqbal Safana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

OJK dan Bank Bjb Gelar Bulan Inklusi Keuangan 2021

Senin, 15 November 2021 | 17:33 WIB

Ridwan Kamil Tegaskan Tak Ingin Dengar Ada BUMD Rugi

Selasa, 26 Oktober 2021 | 06:30 WIB
X