• Kamis, 21 Oktober 2021

Ridwan Kamil Paparkan Tiga Solusi Turunkan Angka Kemiskinan, Apa Saja?

- Rabu, 29 September 2021 | 09:47 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menghadiri rapat Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem dari Sisi Pemberdayaan Ekonomi yang dipimpin Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin via konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung. (Biro Adpim Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menghadiri rapat Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem dari Sisi Pemberdayaan Ekonomi yang dipimpin Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin via konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung. (Biro Adpim Jabar)

JABARNEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa Pemda Provinsi Jabar terus berupaya menekan angka kemiskinan dengan berbagai program.

Ridwan Kamil menyebut, ada tiga solusi yang sedang dijalankan Pemda Provinsi Jabar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Solusi pertama, lanjut Ridwan Kamil, adalah menurunkan beban pendapatan masyarakat, seperti sekolah gratis dan kesehatan gratis. Kedua, menekan angka kemiskinan dengan rutilahu. Ketiga, meningkatkan pendapatan melalui pemberdayaan usaha.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Bagi Petani di Bekasi Dilakukan Pada Malam Hari, Ini Alasannya

Baca Juga: Program Perlindungan Anak Korban Covid-19 Diluncurkan, Begini Harapan Uu Ruzhanul Ulum

“Kami punya Kredit Mesra. Kita ada program Satu Desa Satu Usaha. Sudah 3.000an desa dan 5.000 tenaga usaha dalam tiga tahun. Lalu ada Satu Pesantren Satu Produk, kami baru sanggup 2.000-an pesantren punya usaha dalam tiga tahun dari 9.000 pesantren yang ada di desa-desa,” kata Ridwan Kamil saat rapat Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem dari Sisi Pemberdayaan Ekonomi yang dipimpin Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin via konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa 28 September 2021.

“Serta kalau didukung APBN, program Satu Pesantren Satu Produk saya kira dalam 2024 bisa menjadi pengentasan kemiskinan berbasis pesantren,” tambahnya.

Sebelumnya, Wapres RI Ma'ruf Amin menyatakan, ada dua tantangan untuk menyelesaikan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Pertama, memastikan program perlindungan sosial. Kedua adalah menyelenggarakan program pemberdayaan bagi masyarakat kelompok miskin ekstrem.

Baca Juga: Begini Cara Kota Bandung Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Baca Juga: Lepas Kontingen Jabar Untuk Berlaga di PON XX Papua 2021, Ini Pesan Setiawan Wangsaatmaja

Halaman:

Editor: Rian Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X