Jurnal Warga

HMI; Pemkot Perlu Evaluasi Total Kebijakan Penuntasan Kemiskinan di Kota Bandung

×

HMI; Pemkot Perlu Evaluasi Total Kebijakan Penuntasan Kemiskinan di Kota Bandung

Sebarkan artikel ini
HMI Cabang Bandung.
HMI Cabang Bandung. (foto: istimewa)
HMI Cabang Bandung.
HMI Cabang Bandung. (foto: istimewa)

Menurut Zeinny, model pembangunan yang berpusat pada manusia lebih menekankan pada pemberdayaan. Model ini menganggap inisiatif kreatif orang sebagai sarana pembangunan yang paling penting, dan melihat kesejahteraan material dan spiritual orang sebagai tujuan dari proses pembangunan.

Kajian strategis pemberdayaan masyarakat, baik ekonomi, sosial, budaya, dan politik, merupakan kontribusi penting bagi restrukturisasi pembangunan yang berpusat pada rakyat. Transformasi ini menawarkan peluang besar bagi masyarakat untuk berkembang secara inklusif.

Baca Juga:  Demokrasi Ugal-Ugalan: Jauh dari Jati Diri Bangsa

Dalam pembangunan partisipatif, pemberdayaan merupakan strategi yang dianggap tepat apabila faktor-faktor penentunya dikondisikan agar esensi pemberdayaan tidak terdistorsi.

Muhammad Zeinny juga menyotori tentang Upaya lain buat menanggulangi perkara kemiskinan merupakan partisipasi aktif semua warga melalui sebuah gerakan yang massif. Gerakan ini dilakukan buat menghilangkan kesan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan “hanya” adalah tanggung jawab pemerintah.

Baca Juga:  Eksploitasi Pendidikan Vokasi dalam Pemetaan Politik Pendidikan Islam

Partisipasi aktif warga pula memberitahuakn bahwa mereka mempunyai ikut merasakan yang pada yang dibangun berdasarkan prinsip silih asih, silih asuh dfan silih asah. Kepedulian pemerintah pada penanggulangan kemiskinan bisa dipandang melalui acara Gerakan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (Gerdu Taskin) yang dicanangkan pemerintah semenjak 1998.

Baca Juga:  Pemilu 2024, Pemkot Bandung Menargetkan Partisipasi Pemilih 90 Persen
Pages ( 3 of 4 ): 12 3 4

Tinggalkan Balasan