”Tadi IPAL-nya juga tidak memenuhi syarat. Kemudian beberapa tempat pencucian, kemudian ruangan yang begitu panas, antara dapur kering, penyimpanan yang kering, gudang basah dengan gudang kering juga itu jadi satu dengan AC-nya satu. Dan pencucian nabati dan hewani itu harus terpisah, tidak boleh jadi satu,” ucapnya merinci temuan di lapangan.
KSP berkomitmen penuh untuk mengawal keberlangsungan program ini agar benar-benar memberikan dampak gizi yang nyata bagi masyarakat luas.
Dudung memberikan sinyal keras kepada para oknum atau pengelola yang hanya berniat meraup keuntungan finansial tanpa memperhatikan kualitas makanan yang disajikan.
”Dan kemudian untuk memastikan juga keamanan pangan, kemudian kesehatan penerima manfaat, dan dipastikan anak-anak yang menerima itu betul-betul menjadi sehat. Ya, bukan kemudian akhirnya hanya sekadar makan saja hanya cari keuntungan,” kata Dudung kembali menegaskan.
Ia menekankan bahwa setiap rupiah yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis merupakan uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan.
KSP memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat agar anggaran negara ini benar-benar efektif dalam mencetak generasi unggul untuk masa depan bangsa.
”Apakah betul-betul untuk menciptakan generasi-generasi penerus ke depannya sesuai dengan harapan Bapak Presiden bahwa Indonesia Emas ke depan 2045 itu diciptakan dari mulai sekarang,” pungkasnya. (kom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





