Gunung Sinabung Tak Erupsi Lagi, Petani Karo Mulai Aktivitas

JABARNEWS – KARO – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara dalam dua pekan ini tidak menunjukkan aktivitas erupsi. Petani disekitar kawasan gunung Sinabung mulai terlihat kembali melakukan aktivitasnya di lahan pertanian.

Kepala BPBD Kabupaten Karo, Natanail Parangin angin pada jabarnews.com, Sabtu (29/8/2020) mengatakan, gunung Sinabung dalam waktu dua pekan tidak terlihat erupsi. Debu Vulkanik menyelimuti lahan pertanian berangsur hilang setelah hujan turun terus menerus.

Baca Juga:  Melalui Perkemahan, Batalyon Armed 9 Pasopati Kostrad Didik Kedisiplinan Pelajar SMK Bina Taruna

“Dalam sepekan ini tidak ada aktivitas erupsi, pertanian warga bersih dari debu setelah hujan turun terus menerus,” katanya.

Menurutnya, pasca banjir lahar dingin di kawasan gunung Sinabung tidak merusak rumah warga, hanya lahan pertanian bawang mencapai 1 hektar mengalami kerusakan.

“Hanya pertanian bawang warga tidak akibat banjir bandang,” ucap Natanail.

Kepala BPBD Kabupaten Karo ini mengingatkan warga melakukan aktivitas disekitar kawasan gunung Sinabung jaraknya 3 sampai 5 km agar tetap waspada mengingat status gunung Sinabung masih level 3 (Siaga).

Baca Juga:  Samsung Galaxy A11 dan A21 Resmi Meluncur, Apa Sih Keunggulannya

“Walau tenang, petani melakukan aktivitas disekitar kawasan gunung Sinabung agar tetap waspada,” bilangnya.

Ditempat terpisah, Darma Palawi (44) warga Desa Tiga Pancur, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo pada jabarnews.com mengatakan, erupsi gunung Sinabung terjadi tidak berdampak pada hasil pertanian di Desa Tiga Pancur.

Baca Juga:  Pemkab Bekasi Minta Dana Desa Diumumkan Dengan Transparan

“Erupsi gunung Sinabung tidak berdampak pada lahan pertanian di Tiga Pancur,” katanya.

Dikatakannya, kolom abu arah Timur dan Tenggara membuat warga Tiga Pancur dapat lega karena debu vulkanik tidak mengarah ke lahan pertanian. Namun petani Tiga Pancur mengeluhkan anjloknya harga hasil pertanian di pasar.

“Petani Desa Tiga Pancur mengeluh karena harga jual hasil pertanian anjlok, ini sangat berdampak pada penghasilan,” ungkap Palawi. (Ptr)