Inilah Manfaat Pengobatan Asma Menggunakan Nebulizer

JABARNEWS | BANDUNG – Seperti kita ketahui bersama bahwa obat asma tersedia dalam bentuk obat hirup, obat minum dan juga obat suntik. Namun menurut GINA (Global Initiative for Asthma) mengungkapkan bahwa obat hirup dinilai lebih efektif untuk mengobati asma.

Umumnya obat hirup akan berbentuk cair yang kemudian harus diubah menjadi uap agar dapat terhirup masuk sampai paru-paru. Nebulizer adalah salah satu pilihan mesinnya. Pengobatan asma dengan nebulizer memberikan banyak manfaat besar bagi pemakainya. Tak heran jika terapi nebulizer selalu dijadikan andalan oleh para ahli kesehatan.

Dan berikut di bawah ini adalah beberapa manfaat pengobatan asma menggunakan nebulizer, di antaranya:

1. Obat Langsung Tersalurkan Ke Paru-paru

Kebanyakan zat di udara akan langsung disaring oleh saluran udara Anda agar tidak sampai masuk ke dalam paru. Nah, partikel uap yang dihasilkan nebulizer amat sangat kecil, sekitar 1-7 µm (mikrometer), sehingga obat akan bisa lolos dari saringan dan lebih cepat meresap ke bagian paru yang ditargetkan.

Terapi nebulizer adalah metode yang lebih cepat dan efisien untuk menghantarkan obat ke dalam paru dibanding obat minum. Apabila Anda menggunakan obat minum, efek obat akan muncul lebih lama karena zat obatnya akan lebih dulu dicerna dalam perut dan mengalir lewat aliran darah sebelum sampai ke paru.

Baca Juga:  Inilah Cara Aktifkan Dark Mode Facebook di Desktop dan Web

Laporan dari American Association for Respiratory Care menyebutkan bahwa albuterol, obat yang biasa digunakan sebagai bronkodilator, bisa mulai bekerja dalam 5 menit setelah dihirup lewat nebulizer. Sebagai perbandingan, albuterol oral akan mulai memunculkan efek obatnya 30 menit setelah diminum.

2. Minim Risiko Efek Samping

Menghirup obat lewat nebulizer akan langsung menargetkan hanya bagian paru yang bermasalah, tidak sampai menyebar ke jaringan paru lain yang tidak perlu.

Metode penghantaran obat yang lebih efisien artinya obat akan bekerja lebih cepat untuk mengobati masalah dalam dosis yang lebih rendah. Pemberian obat dosis rendah akan mengurangi risiko efek samping.

Dosis obat yang dibutuhkan dalam terapi nebulizer bahkan lebih sedikit dibandingkan dengan obat-obatan yang diberikan secara oral. Ini artinya risiko efek samping dari obat yang sama ketika dihirup pakai nebulizer lebih rendah daripada ketika diminum.

Pemakaian obat-obatan bronkodilator lewat nebulizer mengurangi risiko efek samping seperti sakit kepala, tremor, atau jantung berdebar. Komplikasi jangka panjang dari obat-obatan asma steroid seperti bertambahnya berat badan, tekanan darah tinggi, tulang rapuh, kenaikan gula darah, atau rentan infeksi juga akan berkurang jika pakai nebulizer.

Baca Juga:  Soal UU Cipta Kerja, Presiden Jokowi Undang Para Gubernur

3. Cara Pakainya Mudah

Cara pakai nebulizer sangat mudah. Beda dengan inhaler yang mengharuskan Anda memiliki koordinasi gerak yang cekatan.

Ketika menggunakan inhaler, Anda harus bisa cepat menekan kaleng obat sembari menarik napas dalam-dalam di waktu bersamaan. Dengan nebulizer, Anda hanya perlu menarik dan menghembuskan napas santai seperti biasanya.

Itu kenapa nebulizer lebih sering dijadikan sebagai terapi asma utama bagi bayi, anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, atau orang-orang yang kesulitan menggerakkan tangan atau menarik napas dalam. Bahkan, orang yang sangat lemah dan harus bed rest total tetap dapat menjalani terapi dengan nebulizer.

Pemakaian nebulizer juga memudahkan perawat untuk membantu pasien menyelesaikan terapinya saat mereka tak sanggup melakukannya sendiri.

Terlebih, banyak produsen nebulizer yang mengeluarkan mesin portable agar bisa mudah dibawa ke mana-mana dan dipakai kapan saja sesuai kebutuhan.

4. Bisa Lebih Telaten Berobat

Sebuah studi baru-baru ini melaporkan bahwa dari 8 ribu orang pengidap asma, hampir 50%-nya tidak telaten menggunakan obat untuk mencegah serangan asmanya kambuh.

Cara pakai nebulizer yang tidak berbelit-belit bantu memudahkan pengidap asma untuk bisa teratur memenuhi dosis obat harian yang sudah ditetapkan oleh dokter.

Baca Juga:  Mengenang Sosok Azyumardi Azra, Kapolri: Almarhum Cendikiawan Muslim yang Sederhana

Kenyamanan dan kemudahan penggunaan nebulizer akan memengaruhi kepuasan pasien. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pasien yang benar-benar puas dengan kemudahan cara pakai alat bantu napas mereka melaporkan bisa lebih patuh menjalani terapi dan pada akhirnya memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

5. Sekaligus Mencegah Serangan Asma

Terapi nebulizer bisa sekaligus mengobati dan mencegah serangan asma.

Penggunaan nebulizer yang mudah membuat pemakainya akan lebih telaten berobat. Dalam jangka panjang, hal ini juga sekaligus bisa mencegah kekambuhan serangan asma.

Obat-obatan bronkodilator jangka panjang yang digunakan rutin setiap hari akan membantu melemaskan otot saluran napas agar Anda bisa bernapas lebih lega. Sementara itu, obat-obatan steroid hirup meredakan pembengkakan dan peradangan saluran napas. Steroid juga bekerja mengurangi produksi lendir paru yang bikin Anda sulit bernapas.

Demikianlah tadi beberapa manfaat pengobatan asma menggunakan nebulizer. Pada akhirnya, pemakaian nebulizer secara rutin dapat membantu mencegah gejala asma yang mudah kambuh. Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat bagi Anda. (Fin)

Sumber artikel ini diambil dari Hellosehat

Jabarnews | Berita Jawa Barat