Langkah memboyong Jokowi dari Solo untuk bertarung di Pilgub DKI itulah yang ia nilai menjadi kunci pembuka jalan Jokowi menuju istana negara.
Tak berhenti di situ, JK menyebut posisinya sebagai pendamping Jokowi pada Pilpres 2014 adalah mandat langsung dari Megawati. Ia mengaku diminta mendampingi karena jam terbang yang ia miliki.
“Ibu Mega bilang ‘Jangan, Pak Jusuf dampingi’. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Jusuf Wakil-nya. Ya bukan saya minta, bukan. Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak ada pengalaman,” ungkap JK.
Aksi blak-blakan JK ini dipicu oleh tudingan bahwa dirinya mendanai gerakan ijazah palsu.
Sebagai sosok lebih senior, JK mengaku hanya memberi saran logis agar pemerintah transparan menunjukkan ijazah tersebut demi menyudahi kegaduhan publik.





