Pemerintah, kata dia, harus menyesuaikan rencana dengan kemampuan fiskal. Namun, komitmen untuk menghidupkan kembali jalur kereta tetap menjadi prioritas karena tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi tersebut.
“Kita tentunya juga harus melihat kepada anggaran yang tersedia ya, tapi keinginan kita untuk melakukan reaktivasi kereta, iya. Karena seperti kita ketahui bahwa kereta merupakan salah satu moda transportasi publik yang sangat digemari oleh masyarakat dengan harga yang cukup terjangkau,” imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pemerintah telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menambah jumlah gerbong dan memperluas elektrifikasi jaringan kereta.
AHY mengungkapkan sektor transportasi menyumbang sekitar 22 persen emisi karbon nasional. Dari angka tersebut, hampir 89 persen berasal dari transportasi darat.
Penambahan rangkaian kereta diharapkan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan massal berbasis rel.





