Panglima TNI Tegaskan Kasus Paspampres Bukan Pemerkosaan, Ini Alasannya

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. (foto: istimewa)

JABARNEWS │ JAKARTA – Kasus dugaan asusila yang melibatkan seorang anggota Paspampres dengan prajurit Wanita Kostrad bukan pemerkosaan. Hal tersebut seperti ditegaskan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Menurut Jenderal Andika, pada laporan awal kasus tersebut terdapat dugaan pemerkosaan terhadap prajurit wanita tersebut. Namun dalam laporan lanjutan, terdapat titik terang baru.

Baca Juga:  Panglima TNI dan Pangdam I/BB Tinjau Latihan Serbuan Pendaratan Amfibi

Rupanya kasus tersebut bukan kasus pemerkosaan seperti diduga banyak orang. Namun lebih kepada suka sama suka. Hasil tersebut setelah dilakukan pemeriksaan terhadap keduanya untuk mengetahui peristiwa yang sebenarnya.

Baca Juga:  Jalur Puncak Cisarua Bogor Sepi, Pengendara Perhatikan Ini

“Dari pemeriksaan ternyata tidak seperti laporan awal, laporan awal kan dugaan pemerkosaan. Tapi ternyata dalam berjalan pemeriksaan ada perkembangan baru yang menyatakan atau mengindikasikan ini tidak dilakukan dengan paksaan,” kata Andika di Solo, Kamis (8/12).

Baca Juga:  Aturan Baru, Jenderal Andika Perbolehkan Anak Keturunan PKI Daftar TNI

“Berarti suka sama suka, dan beberapa kali, beberapa kali kan bukan pemerkosaan, sehingga arahnya adalah keduanya menjadi tersangka,” sambungnya.