• Selasa, 19 Oktober 2021

KPU Nilai Saksi Ahli IT Mampu Jawab Tudingan Tim BPN

- Jumat, 21 Juni 2019 | 07:11 WIB
Ketua KPU, Arief Budiman. (Dok. Net)
Ketua KPU, Arief Budiman. (Dok. Net)

JABARNEWS | JAKARTA – Satu dari dua saksi ahli yang dihadirkan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam sidang lanjutan PHPU Pilpres 2019 yang berlangsung di Mahkamah Konstitus (MK), Kamis (20/06/2019), dinilai cukup dalam memberikan keterangan terkait adanya kecurangan Situng.

KPU dalam sidang keempat menghadirkan saksi ahli di bidang IT yakni Marsudi Wahyu Kisworo. Sedangkan ahli Tata Usaha Negara Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Riawan Tjandra hanya memberikan keterangan tertulis.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman mengatakan, apa yang disampaikan saksi ahli, cukup mampu menjelaskan apa yang menjadi tudingan dari pihak tim BPN Prabowo-Sandi kepada lembaganya.

"Apa yang sudah dijelaskanProf. Marsudi tadi, menurut saya cukup mampu menjelaskan semua yang dituduhkan kepada kami, “ kata Arief kepada wartawan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (20/06/2019).

Menurut Arief, berdasarkan perkembangan sidang ketiga, Rabu (19/06/2019) yang berlangsung hingga dini hari, keterangan Marsudi mampu menjawab keterangan dan keraguan dari saksi ahli pihak tim BPN Prabowo-Sandi selaku pemohon.

"Makanya kemudian kita tidak mengajukan (banyak) saksi," tambahnya.

Arief menjelaskan kenapa pihaknya hanya menghadirkan satu saksi ahli. Hal itu karena dinilai apa yang dikemukakan saksi di hadapan majelis Hakim adalah keterangan, dan keterangan tersebut dapat dilengkapi dengan penjelasan tertulis dan penjelasan langsung.

"Yang kita menghadirkan dua ahli, satu memberikan penjelasan tertulis dan satu hadir memberikan penjelasan langsung,” tandasnya. (Kis)

Jabar News | Berita Jawa Barat



Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ada Masalah? Lapor Cak Imin Aja! Dapat Mobil Loh

Minggu, 17 Oktober 2021 | 13:41 WIB
X