• Kamis, 21 Oktober 2021

Presiden Jokowi Baru Dengar Ada Masyarakat Terjerat Pinjol, OJK Diminta Segera Lakukan Hal Ini

- Senin, 11 Oktober 2021 | 12:25 WIB
Presiden Jokowi.  (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

JABARNEWS | JAKARTAPresiden RI Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal perusahaan pinjaman online (pinjol) yang sering menjerat masyarakat dengan bunga yang tinggi.

Jokowi mengaku bahwa dirinya telah mendengar terdapat masyarakat lapisan bawah yang tertipu dan terjerat bunga tinggi dari perusahaan pinjol di tengah pesatnya digitalisasi sektor ekonomi dan keuangan.

Oleh karena itu, Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pelaku industri jasa keuangan untuk menjaga dan mengawasi perkembangan digitalisasi sektor keuangan agar tumbuh secara sehat dan berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat.

Baca Juga: DPRD Jabar Pelajari Ranperda Dana Cadangan Daerah

“Saya juga memperoleh informasi banyak penipuan dan tindak pidana keuangan telah terjadi. Saya mendengar masyarakat bawah yang tertipu dan terjerat bunga tinggi oleh pinjaman online yang ditekan dengan berbagai cara untuk mengembalikan pinjamannya,” kata Jokowi dalam OJK Virtual Innovation Day di Istana Negara, Jakarta, Senin 11 Oktober 2021.

Jokowi mengungkakan, fenomena dampak pinjol tersebut muncul seiring dengan pesatnya gelombang digitalisasi di tengah pandemi Covid-19, yang memunculkan bank digital, asuransi digital, pembayaran elektronik (e-payment), dan layanan finansial berbasis teknologi (fintech).

“Harus kita sikapi dengan cepat dan tepat, kita lihat bank berbasis digital bermunculan, juga asuransi berbasis digital bermunculan, dan berbagai e-payment,” ungkapnya.

Baca Juga: Menag Yaqut Cholil Qoumas Terbitkan Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan, Ini Isinya

Jokowi juga meminta OJK dan pelaku industri jasa keuangan untuk membangun ekosistem keuangan digital yang bertanggung jawab, kuat, dan berkelanjutan.

Ekosistem keuangan digital juga harus memiliki kebijakan mitigasi risiko terhadap masalah hukum dan sosial untuk mencegah kerugian dan memberikan perlindungan bagi masyarakat.

Halaman:

Editor: Rian Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X