• Senin, 29 November 2021

Heboh Tayangan Pornografi Saat Penggerebekan Pinjol, Televisi Nasional Dinilai Langgar Etika Media

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:46 WIB
Ilustrasi- Kampanye penghentian tayangan pornografi. (Kemen PPPA)
Ilustrasi- Kampanye penghentian tayangan pornografi. (Kemen PPPA)

JABARNEWS | BANDUNG – Aktivis perempuan dan anak, Neni Nur Hayati mengaku sangat menyayangkan adanya tayangan pornografi di salah satu stasiun televisi nasional.

Tayangan pornografi yang memperlihatkan perempuan berfoto bugil itu disiarkan salah satu televisi nasional pada Senin 18 Oktober 2021 sekira pukul 20.00 WIB. 

Tayangan pornografi itu muncul dalam program berita breaking news saat terjadi penggerebekan kantor pinjol (pinjaman online).

Baca Juga: Peringati Hari Dharma Karyadhika, Lapas Purwakarta Lakukan Ini

Terlepas dari tayangan tersebut ada unsur kesengajaan atau tidak, menurut Neni Nur Hayati, tayangan pornografi di salah satu televisi nasional tersebut dinilai telah melanggar etika media.

"Tayangan pornografi itu diduga telah melanggar UU 32 tahun 2002 tentang penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS)," kata Neni Nur Hayati, Kamis 21 Oktober 2021.

Selain itu, tayangan pornografi itu pun berdampak besar bagi masyarakat Indonesia, karena dapat memengaruhi perilaku individu untuk melakukan penyimpangan serta melanggar nilai kesusilaan. 

Baca Juga: Mau Umrah di Tengah Pandemi Covid-19? Ini Skema dan Perkiraan Biayanya

Padahal, menurut Neni Nur Hayati, dalam regulasi jelas bahwa program siaran wajib melindungi kepentingan anak-anak dan/atau remaja.

Halaman:

Editor: Yoyo W

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sah! Menteri BUMN Erick Thohir Jadi Anggota Banser

Senin, 29 November 2021 | 11:13 WIB
X