Kementerian Perhubungan memperkirakan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor masih akan mendominasi jalur mudik. Selain itu, armada bus juga diprediksi menjadi moda transportasi yang banyak digunakan masyarakat.
Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan pada tanggal puncak tersebut, pemerintah menyiapkan kebijakan kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA).
Kebijakan tersebut telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya mendistribusikan waktu perjalanan masyarakat agar tidak terkonsentrasi pada satu hari tertentu.
Rencananya kebijakan WFA akan berlaku selama lima hari dengan tujuan mendorong masyarakat melakukan perjalanan mudik lebih awal maupun menunda perjalanan balik.
Pemerintah mengusulkan jadwal WFA untuk arus mudik pada 16 hingga 17 Maret 2026 guna mengurangi potensi kemacetan pada puncak arus mudik 18 Maret. Sementara untuk arus balik, kebijakan tersebut direncanakan berlaku pada 25 hingga 27 Maret 2026 setelah masa cuti bersama berakhir.





