Nasional

Saat Biaya Politik Mahal, Korupsi Jadi Risiko Jabatan

×

Saat Biaya Politik Mahal, Korupsi Jadi Risiko Jabatan

Sebarkan artikel ini
KPK soroti mahalnya biaya politik dan risiko korupsi jabatan
Gedung KPK (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA – Biaya politik yang mahal kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan korupsi yang menjerat Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya.

Kasus ini dinilai bukan sekadar persoalan individu, melainkan cerminan masalah struktural dalam rekrutmen dan pendanaan politik di Indonesia.

Baca Juga:  Lagi, Geng Motor Beraksi Di Kota Depok

KPK menilai, mahalnya ongkos politik membuat jabatan publik kerap dibebani utang sejak awal. Beban itulah yang kemudian membuka jalan bagi praktik korupsi setelah kekuasaan diraih.

Baca Juga:  Parpol di Purwakarta Segara Laporkan Dana Kampanye, KPU Ingatkan Ancaman Diskualifikasi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, kasus Ardito Wijaya menunjukkan lemahnya sistem rekrutmen partai politik yang belum terintegrasi dengan kaderisasi yang sehat.

Baca Juga:  Respon Hari Koperasi Ini Kata Anggota DPRD Bekasi, Kang Budi

Kandidasi kepala daerah masih banyak ditentukan oleh kekuatan finansial dan popularitas, bukan kapasitas dan integritas.

Pages ( 1 of 4 ): 1 234