Pakar dari IPB University itu menegaskan bahwa hal yang paling krusial adalah menjaga suara agar tidak direkam.
“Apabila panggilan terlanjur terangkat, hindari menjawab ‘ya’ karena suara tersebut dapat direkam dan disalahgunakan untuk manipulasi data pribadi seperti OTP, NIK, atau informasi perbankan,” jelasnya memberikan tips menghindari penipuan.
Dr Heru juga menekankan pentingnya edukasi di tingkat keluarga, terutama bagi orang tua dan anak-anak yang sering menjadi sasaran empuk.
Literasi digital dan pengawasan operator seluler dinilai menjadi benteng utama dalam menghadapi ancaman Silent Call ini.(red)





