Awalnya, ia memang diminta untuk tidak mempublikasikan kesepakatan ini. “Saya menjunjung tinggi transparansi,” tegasnya.
Dedi menegaskan posisinya bukan sebagai pihak yang mencampuri urusan teknis klub. Ia menempatkan diri sebagai fasilitator yang memastikan setiap dukungan berjalan sesuai aturan dan diketahui publik.
Ia juga mengajak bobotoh untuk mengalihkan energi pada dukungan nyata kepada tim, terutama menghadapi lima laga krusial ke depan, alih-alih terjebak dalam perdebatan di media sosial.
“Fokuslah Persib untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya, agar seluruh harapan dan keinginan juara tiga kali tercapai,” katanya.(red)





