Sajabar

Ada Pencemaran Kali Cilemahabang, Penjabat Bupati Bekasi Bereaksi

×

Ada Pencemaran Kali Cilemahabang, Penjabat Bupati Bekasi Bereaksi

Sebarkan artikel ini

JABARNEWS | BEKASI – Pencemaran lingkungan yang menyebabkan air menjadi hitam pekat terjadi di Kali Cilemahabang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan menyatakan, pemerintah akan menelusuri pelaku pencemaran lingkungan di Kali Cilemahabang.

“Setelah ini kami akan cek ke pabrik-pabrik untuk melihat pengelolaan limbah yang diduga membuat sungai ini hitam,” kata Dani Ramdan, Senin (6/9/2021), dikutip dari Antara 

Dia menegaskan akan menindaklanjuti temuan lapangan tersebut dengan memanggil sejumlah perusahaan yang diduga telah mencemari aliran Kali Cilemahabang.

Baca Juga:  Terima 188 Kantong Korban Sriwijaya Air, Begini Hasil Identifikasi DVI

“Kapolres dengan jajarannya sudah melakukan pengamatan, sekarang akan kita panggil dan kita tunjukkan dampak dari kegiatan mereka membuang limbah,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi, kata dia, juga akan membuat satuan tugas yang melibatkan unsur masyarakat guna optimalisasi pemantauan terhadap pencemaran lingkungan.

“Kami juga bisa bentuk satgas dari perangkat hukum dan masyarakat pecinta lingkungan untuk melakukan pengawasan harian,” katanya.

Baca Juga:  1,5 Juta Pekerja Jabar Terdata Dapat BSU Rp1 Juta, Cair Bulan Ini

“Kalau kami kan tidak mungkin memantau 24 jam di sini ya, jadi masyarakat setempat akan kami libatkan untuk mengawasi pabrik pembuang limbah itu agar laporan itu akan kami tindak lanjuti,” katanya.

Dani Ramdan bahkan tidak segan untuk memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan yang terbukti mencemari Kali Cilemahabang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga:  Bupati Bekasi Dirawat Intensif karena COVID-19, MUI Gelar Doa Bersama

“Bisa saja kami tutup operasional perusahaan tersebut kalau memang terbukti dengan sengaja melakukan pencemaran sungai,” katanya.

Dani Ramdan menyebut aliran Kali Cilemahabang hingga kini masih dipergunakan warga sekitar sebagai sarana pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari.

“Masyarakat masih mencuci baju, beras, perabotan rumah tangga, bahkan mandi di sungai ini karena memang sumber air utama,” kata dia. (Red)

Tinggalkan Balasan