Daerah

Jabar Genjot Pendapatan 2026: Merger BUMD hingga Optimalisasi Aset

×

Jabar Genjot Pendapatan 2026: Merger BUMD hingga Optimalisasi Aset

Sebarkan artikel ini
Gedung Sate, Kota Bandung. (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menyiapkan berbagai strategi agresif untuk mencapai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 yang dipatok sebesar Rp30,1 triliun. Optimalisasi aset daerah dan penguatan struktur kelembagaan menjadi dua langkah utama yang mulai dijalankan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, Dedi Mulyadi, mengatakan pemerintah provinsi akan melakukan penggabungan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar kelembagaannya lebih efisien. Langkah tersebut dibarengi dengan pengelolaan langsung aset-aset strategis daerah serta peninjauan ulang kerja sama bisnis yang dinilai belum optimal.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Resmi Gantikan Bey Machmudin sebagai Gubernur Jawa Barat

“Stimulus dana khusus dari pusat itu wajib bagi Jabar karena dengan jumlah penduduk besar, Jabar menjadi penentu keberhasilan nasional,” ujar Dedi, Jumat (28/11/2025).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sebut Pemekaran Sukabumi Tak Bisa Ditunda, Termasuk 3 Daerah Ini

Dedi menyebutkan, lobi intensif ke pemerintah pusat juga dilakukan terkait dana transfer, termasuk upaya memperjuangkan kembali dana bagi hasil yang selama ini dipotong sekitar Rp600 miliar per tahun. Ia menegaskan pendapatan yang dihimpun dalam APBD 2026 akan difokuskan untuk kebutuhan masyarakat, terutama infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sosial, hingga penerangan jalan umum (PJU) dan pemasangan listrik gratis bagi warga kurang mampu.

Baca Juga:  Longsor Tambang Gunung Kuda Cirebon Telan Korban, Dedi Mulyadi Sudah Ingatkan Sejak 2021

“Anggaran infrastruktur jalan mencapai Rp4,8 triliun, pembangunan unit sekolah baru Rp500 miliar, anggaran PJU Rp473 miliar, dan pemasangan listrik gratis untuk masyarakat miskin Rp78 miliar,” katanya.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2