JABARNEWS | CIMAHI – Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengambil langkah tegas dengan menutup sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 002 setelah puluhan siswa dan seorang guru mengalami keracunan usai mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Keputusan tersebut diambil menyusul insiden keracunan massal yang terjadi pada Rabu, 25 Februari 2026, di wilayah Kecamatan Cimahi Tengah, Cimahi. Pemerintah kota langsung menghentikan operasional distributor makanan yang diduga menjadi sumber keracunan.
“Kami telah menginstruksikan agar operasional distributor MBG yang menjadi sumber keracunan di wilayah Kecamatan Cimahi Tengah dihentikan atau ditutup total sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Ngatiyana, Kamis (26/2/2026).
Berdasarkan pendataan pemerintah, jumlah korban mencapai 43 orang yang terdiri dari siswa tingkat TK, SD, SMP, serta satu orang guru. Gejala keracunan muncul tidak lama setelah mereka menyantap paket makanan yang berisi onigiri, apel, susu, kurma, dan telur.
Dinas Kesehatan Kota Cimahi bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan medis terhadap seluruh korban. Mereka dirawat dan dipantau di tiga rumah sakit, yakni RSUD Cibabat, RS Dustira, dan RS Mitra Kasih Cimahi.





