JABARNEWS | BANDUNG – Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan Acuviarta Kartabi mengingatkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap potensi lonjakan inflasi hingga satu persen pada Maret 2026 yang diperkirakan bertahan sampai selepas Lebaran.
“Jika lengah, kenaikan inflasi bisa sampai 1 persen di bulan Maret. Situasi ini bisa bertahan sampai satu bulan selepas Hari Raya Idul Fitri,” kata Acuviarta dalam keterangan yang diterima, Kamis (5/6/2026).
Menurut Acuviarta, tekanan inflasi dipicu tren kenaikan harga komoditas pangan, terutama beras. Ia menilai stabilitas harga beras menjadi indikator utama keberhasilan pengendalian inflasi di Jawa Barat.
Berdasarkan data 26 Februari 2026, harga beras premium di Jabar tercatat Rp14.480 per kilogram dan beras medium Rp13.084 per kilogram. Ia menyoroti kenaikan harga beras medium yang dinilai konsisten terjadi meski terdapat klaim swasembada.
“Bagi saya, indikator utama kenaikan inflasi ada pada harga beras. Kenaikan harga beras cenderung berlangsung jangka panjang,” katanya.





