JABARNEWS | CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berupaya melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia di kawasan Timur Tengah untuk mempercepat kepulangan warga asal Cianjur yang masih terjebak konflik di wilayah tersebut.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan pihaknya terus mendata jumlah warga Cianjur yang terdampak konflik, termasuk pekerja migran yang meminta segera dipulangkan ke Indonesia.
“Kita terus komunikasi setiap hari dengan kementerian demi mencari perkembangan dan situasi terkini konflik yang hingga kini masih terjadi dengan harapan ada solusi cepat memulangkan warga Cianjur yang bekerja di Timur Tengah,” kata Wahyu di Cianjur, Kamis (5/3/2026).
Seiring konflik yang masih berlangsung, pemerintah daerah juga mengimbau warga yang telah mendaftar untuk berangkat umrah ke Tanah Suci agar menunda perjalanan hingga kondisi di Timur Tengah kembali aman.
Pemkab Cianjur juga menjalin komunikasi dengan KBRI di sejumlah negara Timur Tengah untuk memastikan keselamatan warga Cianjur dan mempercepat proses pemulangan mereka. Saat ini, sejumlah penerbangan di beberapa negara dilaporkan dihentikan akibat situasi keamanan yang belum stabil.





