JABARNEWS | BANDUNG – Bulan suci Ramadan tidak hanya menjadi momen peningkatan spiritualitas, tetapi juga ajang untuk memperkuat solidaritas sosial. Di tengah hiruk-pikuk kota Bandung menjelang waktu berbuka, semangat berbagi justru terlihat nyata dari sekelompok insan pers. Keluarga besar Pokja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bandung kembali menunjukkan bahwa peran wartawan tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi juga aksi nyata di lapangan.
Pada Jumat (6/3/2026) sore, tepat di hari ke-16 Ramadan, suasana di Jalan A. Yani depan Stadion Sidolig berubah menjadi hangat. Ratusan paket takjil dibagikan secara cuma-cuma kepada para pengendara dan masyarakat yang tengah dalam perjalanan pulang. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.30 WIB ini berhasil menarik perhatian dan senyuman dari warga yang menerima.
Menulis Kebaikan, Bukan Sekadar Liputan
Aksi berbagi 300 paket takjil ini bukanlah acara seremonial belaka. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan perwujudan nyata dari kepedulian sosial dan upaya mempererat tali silaturahmi antara insan pers dan masyarakat.
Ketua Pokja PWI Kota Bandung, Zaenal Ihsan, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang mendalam bagi para wartawan.
“Kami sadar, tugas kami tidak hanya meliput dan menulis. Ada tanggung jawab moral untuk hadir dan memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar. Ramadan mengajarkan kami tentang keikhlasan, dan ini adalah salah satu caranya untuk menebarkan kebaikan,” ujarnya saat ditemui di sela-sela acara.
Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari berbagai pihak. Takjil yang dibagikan merupakan hasil donasi dari para dermawan, antara lain Teddy Setiadi selaku Ketua Yayasan Ready Amal Abadi, serta Hj. Reni Gunawan yang juga anggota IKWI Jawa Barat.
“Kami sangat berterima kasih kepada para donatur. Dukungan ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat dan memungkinkan kami untuk terus konsisten berbagi di bulan yang penuh berkah ini,” tambah Ihsan.
Lebih dari Ibadah: Membangun Kepercayaan Publik
Kehadiran wartawan di tengah masyarakat melalui aksi sosial seperti ini memiliki dampak yang signifikan. Prana Yogaswara, SH, selaku Ketua Labkum Pers PWI Kota Bandung, menyoroti sisi positif dari konsistensi kegiatan ini.
“Secara pribadi dan kelembagaan, kami menyambut baik kegiatan ini. Selain merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan, ini juga merupakan wujud nyata bahwa insan pers menjalankan nilai-nilai keagamaan dan kepedulian sosial,” jelas Prana.
Mengapa Ini Penting?
Di era di mana kepercayaan publik terhadap media kerap diuji, aksi seperti ini menjadi jembatan emas untuk membangun kembali hubungan yang lebih manusiawi. Wartawan tidak lagi dipandang hanya sebagai “pencari berita”, tetapi sebagai bagian integral dari komunitas yang memiliki kepedulian. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun otoritas (authority) dan kepercayaan (trust) yang tidak bisa dibangun hanya melalui tulisan di media.
Dampak Positif bagi Masyarakat dan Insan Pers
- Bagi Masyarakat: Kegiatan ini memberikan dampak langsung dengan meringankan beban warga yang sedang dalam perjalanan untuk mendapatkan takjil. Lebih jauh, ini menghadirkan rasa aman dan kedekatan emosional, bahwa wartawan adalah sahabat masyarakat.
- Bagi Insan Pers: Aksi ini menjadi sarana pembelajaran berharga (experience) bagi para wartawan. Dengan terjun langsung berinteraksi di luar konteks peliputan, mereka mendapatkan perspektif baru dan empati yang lebih dalam, yang pada akhirnya akan memperkaya kualitas karya jurnalistik mereka (expertise)
Konsistensi di Sepanjang Ramadan
Program berbagi takjil ini direncanakan akan berlangsung secara rutin selama bulan Ramadan. Pokja PWI Kota Bandung menjadwalkan aksi sosial ini dua kali dalam sepekan, tepatnya setiap Selasa dan Jumat. Konsistensi ini menunjukkan komitmen kuat untuk menjadikan nilai-nilai Ramadan tidak hanya berhenti di masjid, tetapi juga hidup dan terasa di jalan-jalan kota Bandung. (Red)





