JABARNEWS | GARUT – Intensitas hujan tinggi dalam dua pekan terakhir memicu puluhan bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Garut. Data BPBD Kabupaten Garut mencatat sedikitnya 40 kejadian bencana, mulai dari banjir hingga longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Garut, Aah Anwar Saefuloh, menyampaikan bahwa penanganan terhadap dampak bencana dilakukan melalui koordinasi dengan dinas teknis untuk proses kaji cepat.
“Untuk yang terdampak rumah dan infrastruktur, kami serahkan ke dinas teknis untuk dilakukan kaji cepat, nanti ditentukan langkah lanjutan berdasarkan hasilnya,” kata Aah dalam keterangan yang diterima, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, status siaga darurat bencana hidrometeorologi masih berlaku hingga akhir April 2026. Pemerintah daerah terus meningkatkan kewaspadaan seiring potensi hujan deras yang masih terjadi.
Dalam periode tersebut, berbagai jenis bencana dilaporkan, seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga pohon tumbang. Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga merusak infrastruktur vital.





