JABARNEWS | BANDUNG — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, akhirnya buka suara menanggapi kritik pedas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait masalah kebersihan di Kota Kembang.
Farhan blak-blakan mengakui bahwa keberadaan 1.500 petugas penyapu jalan saat ini belum memberikan dampak nyata terhadap wajah kota.
Minimnya kedisiplinan dan sistem pengawasan yang masih kuno menjadi akar persoalan.
Farhan mengungkapkan, selama ini pendataan dan kontrol terhadap ribuan petugas tersebut masih dilakukan secara manual, sehingga sulit dipantau efektivitasnya di lapangan.
Temuan Evaluasi: Petugas Tak Disiplin
Pengakuan ini muncul setelah Farhan melakukan audit internal dan pengamatan langsung melalui program uji coba ‘Anu Sasapu Bandung’ pada 19 April 2026 lalu.





