Bisnis

Terpuruk Karena Pandemi, Kampoeng Rajoet Binong Jati Gebrak Pasar Dengan Jualan Online

×

Terpuruk Karena Pandemi, Kampoeng Rajoet Binong Jati Gebrak Pasar Dengan Jualan Online

Sebarkan artikel ini
Perajut di Kampoeng Rajoet Binong Jati tengah merapihkan produknya. (Foto: Yan/Jabarnews)
Perajut di Kampoeng Rajoet Binong Jati tengah merapihkan produknya. (Foto: Yan/Jabarnews)

“Kalau rajut terus rame, kampung ini juga akan terus keangkat, yang tadinya UMKM itu usaha kecil menengah, jadi usaha kecil milyaran mudah-mudahan ya,” harapnya.

Di sini, semua hasil produk para perajut disentralisasi pada satu toko bernama Galeri Kampoeng Radjoet. Toko ini dikelola oleh Eka dan timnya, beserta beberapa mahasiswa magang. Salah satunya Dani, mahasiswa semester 6 Jurusan Administrasi Bisnis Unpar.

Baca Juga:  Tegas! OJK Larang Debt Collector Rampas Kendaraan Penunggak Angsuran di Jalanan

Selama empat bulan mereka akan membantu memasarkan produk-produk Kampoeng Radjoet melalui media sosial dan marketplace.
Dani mengaku, selama sebulan mengoptimasi media sosial, pengikut Instagram Kampoeng Radjoet mengalami kenaikan lebih dari 1.000 orang.

Baca Juga:  Dugaan Kuat Kasus Pembunuhan Guru di Bandung, Polisi Sebut Ini Direncanakan

Hal ini juga berdampak pada penjualan mereka di marketplace. Dalam sehari, mereka bahkan bisa menjual 1.000 pakaian per hari dengan kisaran harga Rp40.000-Rp150.000.

Baca Juga:  Polda Jabar Kerahkan Ribuan Personel pada Operasi Patuh Lodaya 2022, Ini Targetnya

“Para reseller juga suka minta tambah stok sampai 2.000-5.000 item per bulan. Kang Eka juga kasih kami target, sebulan 10.000 item terjual. Ya alhamdulillah mendekati target, kita bisa 5.000-7.000 item per bulan,” kata Dani.

Pages ( 6 of 7 ): 1 ... 45 6 7

Tinggalkan Balasan