Daerah

Pemkot Bandung Tangani Krisis Kesehatan Mental, Puluhan Ribu Siswa Depresi

×

Pemkot Bandung Tangani Krisis Kesehatan Mental, Puluhan Ribu Siswa Depresi

Sebarkan artikel ini
Pemkot Bandung Tangani Krisis Kesehatan Mental, Puluhan Ribu Siswa Depresi
Transformasi peran; Guru BK kini disiapkan menjadi konselor mental bagi puluhan ribu siswa di Bandung.

JABARNEWS | BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung menetapkan status siaga terhadap kondisi kesehatan mental pelajar setelah teridentifikasinya puluhan ribu siswa di wilayah tersebut mengalami gangguan psikis mulai dari stres hingga depresi berat.

​Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa fenomena ini merupakan tantangan krusial yang menuntut penanganan segera melampaui capaian akademik. Sebagai langkah responsif, Pemkot Bandung menginstruksikan penguatan peran guru Bimbingan Konseling (BK) melalui pelatihan intensif serta kolaborasi strategis dengan tenaga psikolog profesional guna memitigasi krisis mental di lingkungan sekolah secara sistemik.

Ancaman Depresi di Balik Bangku Sekolah

​Krisis ini mencuat sebagai isu utama dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat Kota Bandung di Balai Kota, Senin (4/5/2026). Farhan mengungkapkan fakta pahit bahwa puluhan ribu pelajar saat ini tidak sedang dalam kondisi mental yang baik.

Baca Juga:  Gandeng Polisi, Dedi Mulyadi Bakal Terapkan Jam Malam untuk Pelajar

​Kondisi tersebut memaksa pemerintah mengubah haluan kebijakan. Fokus pendidikan kini tidak hanya mengejar nilai angka, namun juga ketahanan mental anak didik. “Ini tantangan besar. Kita tidak bisa hanya fokus pada akademik, tapi juga kondisi mental anak-anak kita,” ujar Farhan di hadapan jajaran perangkat daerah dan pendidik.

Reformasi Guru BK dan Kolaborasi Psikolog

​Bagaimana pemerintah menangani fenomena ini? Pemkot Bandung memilih jalur intervensi langsung pada ekosistem sekolah. Guru BK yang selama ini identik dengan penegak disiplin, kini dialihfungsikan menjadi garda terdepan penanganan trauma.

​Pemerintah akan memberikan pelatihan intensif agar guru BK memiliki kapasitas setara konselor profesional. Selain itu, sekolah akan membuka pintu bagi psikolog klinis untuk melakukan deteksi dini secara berkala. Langkah ini diharapkan mampu memutus rantai depresi sebelum berlanjut ke tahap yang lebih fatal.

Baca Juga:  Flyover Kopo, Penghubung Warga di 2 Wilayah Padat Kota dan Kabupaten Bandung

Anggaran RMP dan Komitmen Transparansi

​Selain isu kesehatan mental, sektor finansial pendidikan tetap menjadi prioritas. Pemkot Bandung mengucurkan Rp36,35 miliar untuk program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP). Anggaran ini menyasar siswa SD dan SMP swasta agar tetap bisa bersekolah.

​Tidak hanya tingkat dasar, bantuan senilai Rp6,87 miliar juga dialokasikan bagi hampir 2.000 mahasiswa. Menariknya, Farhan secara terbuka menantang publik dan media untuk mengawasi aliran dana tersebut. “Catat janji kami. Pastikan ini terealisasi tepat waktu,” tegasnya dengan lugas.

Masa Depan Inklusif dan Pendidikan Karakter

​Ke depannya, Bandung mulai merintis sekolah inklusif yang ramah bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Walaupun Farhan mengakui pembangunan sekolah inklusif bukan perkara mudah, ia tetap optimis kebijakan ini harus segera dimulai.

Baca Juga:  Selasa 11 Juli 2023, SIM Keliling Karawang Bakal Disini

​Pendidikan karakter pun diperkuat melalui integrasi deep learning dan nilai-nilai kepemimpinan. Pemkot Bandung bahkan menggandeng TNI dan Polri untuk menanamkan kedisiplinan serta wawasan kebangsaan. Hal ini dilakukan agar pelajar tidak hanya unggul secara digital dan sains (STEM), tetapi juga memiliki mentalitas yang tangguh dan nasionalis.

Infografis: Fakta Pendidikan Bandung 2026

  • Krisis Utama: Puluhan ribu siswa terdeteksi mengalami stres hingga depresi berat.
  • Solusi Mental: Revitalisasi guru BK dan kolaborasi dengan tim psikolog profesional.
  • Anggaran RMP: Rp36,35 miliar untuk siswa SD/SMP swasta.
  • Beasiswa Mahasiswa: Rp6,87 miliar bagi hampir 2.000 mahasiswa.
  • Visi Baru: Perintisan sekolah inklusif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).
  • Metode Belajar: Fokus pada Deep Learning, literasi, dan penguatan STEM. (Red)

Sumber : Diskominfo Kota Bandung