JABARNEWS | BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi tancap gas mempercepat proyek pembangunan jembatan layang (flyover) di perlintasan sebidang Bekasi Timur. Langkah ini diambil menyusul kecelakaan maut yang melibatkan kereta api di kawasan tersebut pada Senin malam, 27 April 2026.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menyatakan bahwa pembangunan flyover di titik Bulak Kapal–Ampera adalah harga mati untuk menjamin keselamatan warga. Ia menargetkan konstruksi ini bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
“Makanya salah satu solusinya adalah memang sudah diinisiasi untuk melakukan pembangunan flyover. Pemerintah daerah sudah selesai terkait dengan pembebasan lahannya, hampir kurang lebih Rp 100 miliar lebih. Kemudian dari provinsi tahun ini sudah dianggarkan Rp 30 miliar tahap satu dan akan diselesaikan tahun depan,” ujar Tri saat meninjau korban di RSUD Kota Bekasi, Selasa, 28 April 2026.
Sokongan Dana Pusat dan Peran Banpres
Meski anggaran daerah telah dikucurkan, total biaya yang dibutuhkan untuk menuntaskan proyek ini diperkirakan mencapai Rp 220 miliar.
Tri mengungkapkan adanya sinyal hijau dari pemerintah pusat untuk membantu percepatan pendanaan melalui Bantuan Presiden (Banpres).





