Selain jalur hukum, Pemprov Jabar menilai pendekatan pembinaan melalui pendidikan karakter menjadi penting untuk mencegah pengulangan tindakan serupa. Program barak militer dinilai dapat memberikan pemahaman kebangsaan sekaligus membentuk kedisiplinan.
Dedi menyebut pada Juni mendatang terdapat sekitar 250 peserta yang akan mengikuti program tersebut, termasuk para ketua OSIS dari berbagai sekolah. Ia membuka kemungkinan pelaku kerusuhan dapat dimasukkan dalam program pembinaan tersebut.
“Bulan Juni ini ada sekitar 250 orang, termasuk para ketua OSIS, yang akan mengikuti pendidikan barak militer itu,” ujarnya.
Ia juga menilai peristiwa kerusuhan yang terjadi tidak berkaitan dengan peringatan Hari Buruh, karena kegiatan May Day di wilayah tersebut berlangsung aman dan tertib.
“Bukan kasus May Day. Karena May Day berjalan dengan aman, kemudian mereka datang tanpa pemberitahuan dan tanpa orasi,” tandasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





