Dalam upaya tersebut, Pemprov Jabar bersama Pemkot Bandung akan mengoptimalkan fungsi TPA Sarimukti sekaligus mendorong pengembangannya menjadi fasilitas pengolahan sampah berbasis energi.
Selain pengelolaan sampah, pembenahan infrastruktur dasar juga menjadi fokus. Dedi menyoroti pentingnya penerangan jalan umum yang berfungsi optimal, integrasi sistem pengawasan berbasis CCTV, serta perbaikan drainase untuk mengurangi risiko banjir.
“PJU tidak boleh ada yang mati. Semua harus terang. CCTV juga harus terintegrasi dengan baik antara provinsi dan kota,” tegasnya.
Penanganan kemacetan turut masuk dalam agenda prioritas melalui pengembangan transportasi publik terintegrasi di kawasan Bandung Raya, termasuk pembangunan infrastruktur seperti underpass dan flyover.
Tak hanya itu, sistem lampu lalu lintas akan diarahkan menggunakan teknologi digital yang mampu menyesuaikan kondisi kendaraan secara real time.





