“Ketika hajatan, yang jadi prioritas bukan makanan, tapi event organizer. Tinggal di kampung penghasilannya di bawah dua juta, anaknya kawinan belum kerja pakai wedding organizer,” katanya.
Selain itu, ia menyinggung penggunaan busana dan konsep pernikahan bergaya luar negeri yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi iklim maupun budaya lokal. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





