Daerah

Dinkes Kota Bandung Serukan Gerakan Jumantik untuk Cegah Penyebaran DBD

×

Dinkes Kota Bandung Serukan Gerakan Jumantik untuk Cegah Penyebaran DBD

Sebarkan artikel ini
Nyamuk DBD
Ilustrasi Kasus DBD. (Foto: iStockphoto).

JABARNEWS | BANDUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam mengantisipasi demam berdarah dengue (DBD) dengan mengaktifkan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik). Langkah ini dianggap sangat penting untuk menekan laju perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti penyebab penyakit DBD.

Kepala Dinkes Kota Bandung, Anhar Hadian, menekankan bahwa peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam pemberantasan sarang nyamuk. Gerakan satu rumah satu jumantik bukan hanya tanggung jawab petugas puskesmas, tetapi juga harus dilaksanakan di setiap rumah tangga. Di kantor-kantor pun, perlu ada petugas khusus untuk memeriksa keberadaan jentik nyamuk,” katanya, Minggu (8/12/2024).

Baca Juga:  Tak Ingin PPDB 2024 Kembali Ricuh, Komisi IV Minta Disdik Kota Bogor Lakukan Ini

Gerakan ini diharapkan dapat menurunkan jumlah kasus DBD di Kota Bandung, yang tercatat mencapai 7.310 kasus pada periode Januari hingga November 2024. “Alhamdulillah, sebagian besar pasien sembuh. Namun, kami mencatat 29 orang meninggal, dengan angka kematian sekitar 0,4 persen, masih di bawah ambang batas satu persen,” ujar Anhar.

Baca Juga:  Sausap-saulas Toponimi Purwakarta (7): Ngajajah Milangan Tegal

Menurutnya, tingginya kasus DBD sebagian disebabkan oleh kemarau panjang yang membuat nyamuk Aedes aegypti bertelur dengan baik. Kemudian, saat musim hujan, telur-telur tersebut menetas dan berkembang menjadi nyamuk dewasa yang dapat menyebarkan virus dengue.

Baca Juga:  Catatan Bulan Lalu, Dinkes Sebut Kasus DBD di Kota Bandung Meningkat, Warga Diminta Antisipasi Ini

Sebagai upaya lebih lanjut, Dinkes Kota Bandung juga menerapkan program Wolbachia di dua kecamatan, yakni Ujungberung dan Kiaracondong, untuk mengendalikan populasi nyamuk. Program ini bertujuan untuk menghasilkan nyamuk dengan bakteri yang dapat mengurangi penyebaran virus, meskipun dampaknya baru akan terlihat dalam jangka panjang, sekitar 12 tahun lagi.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2