Farhan menyatakan akan mendorong agar, jika terjadi perubahan pola pengelolaan, tenaga kerja lama tetap menjadi prioritas.
Namun ia mengakui, kebijakan afirmasi tersebut perlu dirumuskan dengan cermat karena berkaitan dengan regulasi ketenagakerjaan yang tidak sederhana.
Aspek terakhir yang disorot adalah sejarah kebun binatang itu sendiri. Identitas pendiri dan jejak historisnya, kata dia, tidak boleh terhapus dalam proses restrukturisasi.
Penataan yang dilakukan harus tetap menghormati nilai-nilai masa lalu yang membentuk kawasan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Farhan menanggapi tudingan yang mengaitkan dirinya dengan isu penguasaan lahan atau praktik mafia tanah.





